Lihatlah para Petani di pedesaan dengan gigihnya tanpa mengenal lelah senantiasa menyediakan bahan pangan bagi kehidupan kita. Keterbatasan lahan, modal dan pengetahuan yang dimiliki, dengan hasil yang tak tentu, bukan merupakan halangan bagi mereka untuk tetap menekuni pekerjaan mulianya.

Pernahkah anda menghitung berapa keuntungan petani dalam usahatani nya?
Pernahkah anda menanyakan berapa perbandingan curahan waktu dalam hidupnya antara untuk bekerja/usahatani dan berwisata?

Silahkan anda cari jawabannya pada mereka.
Untuk itu melalui situs ini kami berharap kepada para pemerhati pertanian, marilah bersama-sama berbagi ilmu dan pengalaman dibidang pertanian. Kami selalu membuka tangan menerima siapa saja untuk bergabung bersama kami mendampingi dan membantu mereka menyelesaikan permasalahan usahataninya, menguatkan mental dan sepirit mereka, hingga mereka tidak lagi merasakan memiliki banyak kelemahan.

CARA MENANGGULANGI PENYAKIT PATEK TANAMAN CABE

Musim hujan dengan intensitas yang tinggi menjadikan kelembaban udara meningkat dan berpotensi terjadinya serangan penyakit cabe terutama penyakit yang disebabkan oleh jamur. Penyakit cabe yang sering merugikan petani adalah penyakit busuk buah cabe yang dikenal dengan sebutan "pathek". Penyakit patek pada cabe dapat disebabkan oleh serangan jamur Colletotrichum atau jamur Gloeosporium. Biasanya kedua jamur tersebut menyerang tanaman cabe secara bersamaan, dan biasanya menyerang pada buah cabe yang tua yaitu dengan menginokulasi buah cabe. Akibatnya buah cabe mengalami pembusukan pada bagian tengah atau ujungnya.  

Perkembangan kedua jamur tersebut melalui spora yang mudah terbawa hembusan angin, sehingga penularan penyakit berlangsung sangat cepat.  Kerugian serangan penyakit patek ini, bisa mengalami kegagalan hingga 100%, sehingga pengendalian penyakit tersebut harus dilakukan sedini mungkin.  
Bagaimana cara mengendalikannya?

Cara mengendalikan penyakit patek pada tanaman cabai bisa dilakukan dengan langkah-langkah berikut:
  1. Gunakanlah bibit cabe yang sehat, jika melakukan pembibit cabe dari tanaman sendiri jangan menggunakan dari tanaman cabai yang terserang patek.  
  2. Penanaman sebaiknya dilakukan bukan dari bekas tanaman cabai, terong, tomat atau tanaman yang sefamily Solanaceae. Spora Gloeosporium dan Colletotrichum dapat bertahan dan beradaptasi dalam tanah dalam waktu hingga tahunan.
  3. Pilih varietas cabe yang tahan terhadap penyakit patek, cabe kriting lebih tahan terhadap penyakit patek. 
  4. Gunakanlah pupuk dasar atau pemupukan dengan pupuk yang memiliki unsur N (nitrogen) rendah, karena pemberian unsur N yang berlebihan menjadikan tanaman cabai menjadi rentan (mudah terserang) penyakit patek. 
  5. Perbanyak unsur Kalium dan Calsium untuk membantu pengerasan kulit buah cabai.
  6. Gunakanlah mulsa plastik agar terhindar dari penyebaran spora jamur melalui percikan air hujan atau penyiraman.
  7. Gunakan jarak tanam yang ideal sesuai kebutuhan tanaman, usahakan jangan terlalu rapat sehingga dapat meningkatkan kelembaban dan mempercepat penyebaran penyakit.
  8. Lakukan perempelan agar tanaman tidak terlalu rimbun, untuk menghindari peningkatan kelembaban udara disekitar tanaman. 
  9. Gunakan peralatan yang berbeda untuk menghindari penularan melalui alat pertanian yang kita gunakan.
  10. Lakukan pencegahan dengan menggunakan penyemprotan fungisida kontak berbahan aktif mankozeb atau tembaga hidroksida jika serangan penyakit telah berada diambang batas.
  11. Jika langkah diatas telah dilakukan namun masih terjadi serangan patek maka lakukan eradikasi dengan segera membuang tanaman yang sakit atau membakarnya.
  12. Jika serangan tidak dapat dikendalikan lakukan penyelamatan cabe yang belum terserang sesegera mungkin.
  13. Tindakan yang perlu dilakukan adalah menyemprot dengan fungisida kontak (Dithane, Nordox, Kocide, Antracol, Dakonil, Frevicur-N, atau yang lain) bersamaan dengan sistemik (Derosal, Bion M, Amistartop, atau yang lain).
Demikian informasi bagaimana cara mengatasi penyakit patek pada tanaman cabe, semoga informasi ini bermanfaat.

Oleh : Anthoni MSS
Share this article :

11 comments:

  1. salam tani...kamitelah mengembangkan sebuah ramuan yang telah terbukti nyata mampu menanggulangi penyakit patek dengan sangat singkat sementara ini kami sedang mengupayakan untuk bisa di publikasikan dan memasarkan kepada petani indonesia supaya tidak ada lagi kerugian akibat penyakit PATEK yang selama ini menghantui petani...semoga hasil karya kami mampu menyumbangkan kemanfaatan bagi petani..salam sukses.pupuk organik cair FULUS"AXA 500M+ Cp : 081229157084/085726868172

    ReplyDelete
    Replies
    1. slm kenal pak,harga brp pak?klo utk percobaan bisa ga pak pesan satu botol?nanti klo terbukti manjur,sy mau pesan lagi,mksh.

      Delete
  2. Terimakasih infonya, semoga dapat dimanfaatkan oleh para petani cabai.

    ReplyDelete
  3. Terimakash info penting'a..

    ReplyDelete
  4. Ok trims Informasinya, sangat bermanfaat...

    ReplyDelete
  5. Trims ifonya......... n Fungisida Dithane masih ada di pasaran .......... klu ada dimana...?

    ReplyDelete
  6. semprot pake rinso biar g diserang hama :D

    ReplyDelete

Anthoni MSS (Admin I)


Admin saungtani.com pada bidang Teknik & Design Web, editor gambar, editor artikel dan kontributor artikel

Rudy Harwonno (Admin II)


Admin saungtani.com pada bidang editor video visitor, editor artikel dan kontributor artikel.

Sarjono (Admin III)


Admin saungtani.com pada bidang penyedia materi visitorplot, editor artikel dan kontributor artikel.
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. SAUNG TANI - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Inspired by Sportapolis Shape5.com
Proudly powered by Blogger