Lihatlah para Petani di pedesaan dengan gigihnya tanpa mengenal lelah senantiasa menyediakan bahan pangan bagi kehidupan kita. Keterbatasan lahan, modal dan pengetahuan yang dimiliki, dengan hasil yang tak tentu, bukan merupakan halangan bagi mereka untuk tetap menekuni pekerjaan mulianya.

Pernahkah anda menghitung berapa keuntungan petani dalam usahatani nya?
Pernahkah anda menanyakan berapa perbandingan curahan waktu dalam hidupnya antara untuk bekerja/usahatani dan berwisata?

Silahkan anda cari jawabannya pada mereka.
Untuk itu melalui situs ini kami berharap kepada para pemerhati pertanian, marilah bersama-sama berbagi ilmu dan pengalaman dibidang pertanian. Kami selalu membuka tangan menerima siapa saja untuk bergabung bersama kami mendampingi dan membantu mereka menyelesaikan permasalahan usahataninya, menguatkan mental dan sepirit mereka, hingga mereka tidak lagi merasakan memiliki banyak kelemahan.
FOTO-FOTO TAMAN BUNGA DAN SAYURAN INSPIRASI BAGI ANDA UNTUK MEMBUAT TAMAN DI HALAMAN RUMAH

web stats www.saungtani.com
adalah situs yang sengaja kami ciptakan sebagai wahana bagi para pemerhati pertanian untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman dibidang pertanian dalam rangka membantu kesulitan para petani kita.

PENANGGULANGAN PENYAKIT KEMBUNG PADA TERNAK SAPI

Penyakit kembung dikenal pula dengan istilah tympani, sering terjadi pada ternak sapi, penyebabnya antara lain adalah suhu udara yang dingin, lantai kandang yang becek, rumput yang diberikan terlalu muda, rumput yang diberikan lembab dan tidak dilayukan terlebih dahulu.

Tanda-tanda ternak sapi yang terserang kembung
  • Bagian perut sapi kelihatan membesar ddan tidak seperti biasanya, apabila ditekan terasa keras
  • Bagian perut bila dipukul-pukul mengeluarkan suara berbeda, tidak seperti biasanya.
  • Ternak sapi terlihat mengalami sesak nafas
  • Pada kondisimulai parah sapi yang terserang kembung akan jatuh, tidak mampu berdiri, dan kondisi badan terlihat lemah.
Cara Pencegahan
  1. Usahakan agar kandang selalu bersih dan kering
  2. Jangan memberi pakan rumput yang terlalu muda
  3. Rumput yang diberikan hendaknya dilayukan terlebih dahulu, rumput yang diambil  pagi hari diberikan pada siang atau sore hari, dan rumput yang diambi sore hari digunakan untuk keesokan harinya.
  4. Kandang jangan menghadap ke arah angin datang, terutama angin datang pada malam hari. Jika terpaksa gunakan terpal atau plastik untuk melindungi kandang dari terpaan angin.
  5. Bila memungkinkan sediakan api unggun di sekitar kandang agar suhu kandang agak hangat.
Cara Menolong Sapi Terserang Kembung
A. Bahan-bahan : 
1 gelas (200 cc) Minyak Tanah (Bila tidak ada minyak tanah dapat diganti dengan 1/4 kg jahe)
1 gelas (200 cc) minyak goreng
4 sendok makan asam Jawa
1/4 kg gula merah
4 botol bir air bersih

BCara Penggunaan
  • Perut sapi yang kembung di balur dan digosok dengan minyak tanah, bila tidak ada minyak tanah dapat diganti dengan jahe yang telah diparut. Tujuannya ialah agar perut sapi menjadi hangat.
  • Selanjutnya buatlah Jamu anti kembung dengan cara : siapkan ember dan masukkan segelas minyak goreng + 4 sendok asam Jawa + 1/4 kg gula merah + 4 botol air bersih, kemudian aduk hingga merata.
  • Setelah merata, larutan di saring menggunakan kain bersih agar terpisah dari ampasnya. Larutan hasil saringan selanjutnya dimasukkan kedalam botol bir dan diminumkan untuk sapi. Pada saat meminumkannya ke sapi, usahakan agar kepala sapi agak terangkat ke atas sehingga dapat terminum seluruhnya.
  • Tindakan selanjutnya adalah membersihkan kotoran  yang ada dalam lubang pantat sapi, dengan cara merogoh kotoran tersebut hingga sapi dapat buang angin atau mengeluarkan gas melalui anus.
(Rudy Harwono)
Selengkapnya

CARA MEMBUAT TEMPE KACANG TANAH

Kacang tanah adalah bahan makanan asal tumbuh-tumbuhan yang biasa dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Menurut data sebaran provinsi sentra produksi kacang tanah tahun 2011, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) merupakan tiga besar penghasil kacang tanah nasional (Anonim, 2012a). Hal inilah yang membuat komoditas kacang tanah masuk menjadi 10 besar komoditas pertanian yang ditangani oleh Dinas Pertanian DIY sakarang ini. Luas  tanam kacang tanah di DIY sebesar 60.421 Ha, luas panen 59.533 Ha, produktivias 10.76 ku/Ha, dan tingkat produksi 64,084 ton. Jika dilihat luas tanam per kabupaten di DIY, ada 3 besar Kabupaten penghasil kacang tanah, yaitu Kabupaten Gunungkidul (50.512 Ha), Sleman (5.687 Ha), dan Bantul (3.119 Ha) (Anonim, 2012b). Produksi rata-rata kacang tanah tertinggi di Kabupaten Gunungkidul yaitu 10,77 ku/Ha. Salah satu kecamatan dengan produksi tertinggi adalah di Kecamatan Semanu sebesar 10,54 ku/Ha (BPS, 2010).

Produksi kacang tanah di Gunungkidul mengalami peningkatan 4,21% dari tahun 2007-2012 (BPS DIY). Peningkatan produksi dan konsumsi kacang tanah, berpotensi untuk diversifikasi produk kacang tanah. Olahan kacang tanah di Indonesia antara lain kacang rebus dan goreng, kacang telur, kacang oven, rempeyek, ampyang, enting-enting, dan bumbu pecel, namun belum diolah menjadi tempe. Pengolahan tempe dari kacang tanah selain sebagai bentuk diversifikasi produk kacang tanah juga sebagai antisipasi meningkatnya harga kedelai. Berikut cara pembuatan tempe dengan bahan baku kacang tanah.


PEMBUATAN TEMPE KACANG TANAH

Bahan :
  • Kacang tanah      1 kg
  • Air                      5 liter
  • Ragi  Raprima    1 g

Alat :
  • Baskom
  • Panci
  • Ember plastik
  • Kompor
  • Dandang/soblok
  • Kantong plastik/daun pisang & kertas koran
  • Tali bambu
  • Gayung
  • Sendok





Cara pembuatan :
  1. Biji kacang tanah (ose) direbus sampai mendidih
  2. Biji kacang tanah direndam selama 36 jam
  3. Biji kacang tanah dibuang kulit arinya, lalu dicuci sampai bersih
  4. Biji kacang tanah dikukus selama 30 menit
  5. Biji kacang tanah ditiriskan dan didinginkan
  6. Biji kacang tanah diberi ragi tempe 1%, lalu diaduk sampai merata
  7. Biji kacang tanah yang telah diberi ragi  dibungkus dengan daun pisang atau dimasukkan dalam plastik, lalu diperam (difermentasi 48 jam)
  8. Tempe kacang tanah siap dijual atau diolah 


Hasil ujicoba pembuatan tempe kacang tanah pada laboratorium Pasca Panen BPTP Yogyakarta:
Bentuk fisik            :  Sama dengan tempe kedelai
Rasa                        :  Kacang tanah sedikit manis
Kondisi kapang      :  Rata
Berat/bungkus        :  Rata2 28.5 gram
Bahan baku ½ kg   :  29 - 30 Bungkus
Rendemen              :  171 %  (pengembangan lebih 50%)



Penulis :  Yeyen & Anthoni
Selengkapnya

PENGELOLAAN TANAMAN TERPADU PTT JAGUNG

Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) jagung adalah suatu pendekatan inovatif dan dinamis dalam upaya meningkatkan produksi dan pendapatan petani melalui perakitan komponen teknologi secara partisipatif bersama petani.

Prinsip utama penerapan PTT :
  1. Partisipatif
  2. Petani berperan aktif memilih dan menguji teknologi yang sesuai dengan kondisi setempat, dan meningkatkan kemampuan melalui proses pembelajaran di Laboratorium Lapang (LL).
  3. Spesifik Lokasi
  4. Kesesuaian teknologi dengan lingkungan fisik, sosial-budaya dan ekonomi petani setempat.
  5. Terpadu.
  6. Sumber daya tanaman, tanah dan air dikelola dengan baik secara terpadu
  7. Sinergis atau Serasi
  8. Pemanfaatan teknologi terbaik, memperhatikan keterkaitan antar komponen teknologi yang saling mendukung.
  9. Dinamis
  10. Penerapan teknologi selalu disesuaikan dengan perkembangan dan kemajuan IPTEK serta kondisi sosial-ekonomi setempat.

KOMPONEN TEKNOLOGI DASAR PTT

Varietas Unggul Baru

Varietas Unggu Baru (VUB) umumnya berdaya hasil tinggi, tahan terhadap hama penyakit dan deraan lingkungan setempat atau memiliki sifat khusus tertentu. VUB hibrida antara lain adalah Bima 3, Bima 4, Bima 5, Bima 6, sedangkan VUB komposit antara lain Lamuru, Bisma, Sukmaraga, Srikandi Kuning 1 dan Srikandi Putih 1.
a.    Penggunaan varietas unggul akan memberikan pendapatan yang lebih tinggi.
b.    Pemilihan varietas disesuaikan dengan kondisi setempat, keinginan petani, dan permintaan pasar.
c.    Contoh penentuan varietas unggul berdasarkan kondisi lahan dan permodalan :
  • Untuk  lahan semi-marjinal sebaiknya diarahkan ke varietas komposit (Lamuru, Sukmaraga, Gumarang, Pulut, dll.)
  • Untuk lahan produktif dengan modal tersedia sebaiknya diarahkan ke varietas hibrida.
  • Untuk lahan produktif akan tetapi modal terbatas maka sebaiknya diarahkan penggunaan ke varietas komposit (Lamuru, Bisma, Srikandi Putih/ Kuning, Anoman dll).


Benih Bermutu dan Berlabel
  • Benih bermutu adalah benih dengan tingkat kemurnian dan daya tumbuh yang tinggi (>95%) yang umumnya ditemukan pada benih yang berlabel.
  • Perlakuan benih dengan bahan aktif kimia anjuran yaitu metalaksil diperlukan untuk mencegah penularan penyakit bulai.

Populasi Tanaman Optimal
  • Populasi tanaman ditentukan oleh jarak tanam dan mutu benih yang digunakan.
  • Jarak tanam yang dianjurkan adalah 70 - 75 cm x 20 cm  (1 biji per lubang: 70 - 75 cm x 40 cm (2 biji per lubang): legowo : (80 - 100) x 40 x 20 cm (1 biji per lubang), (80 -100) x 40 x 40 (2 biji per lubang).
  • Benih yang mempunyai daya tumbuh >95% dapat memenuhi populasi 66.000 - 75.000 tanaman/ha.
  • Dalam budidaya jagung tidak dianjurkan menyulam karena pengisian biji dari tanaman sulaman tidak optimal.


Pemupukan berdasarkan Kebutuhan Tanaman dan Status Hara Tanah
  • Pemberian pupuk berbeda antar lokasi, pola tanam, jenis jagung yang digunakan hibrida atau komposit dan pengelolaan tanaman.
  • Penggunaan pupuk spesifik lokasi meningkatkan hasil dan menghemat pupuk.
  • Kebutuhan hara N tanaman dapat diketahui dengan cara mengukur tingkat kehijauan daun jagung dengan Bagan Warna Daun (BWD), sedangkan kebutuhan hara P dan K dengan Perangkat Uji Tanah Kering (PUTK) dan Perangkat Uji Tanah Sawah (PUTS).
  • Rekomendasi pemupukan : Phonska 250 - 300 kg/ha dan Urea 300 - 450 kg/ha.
 
 
KOMPONEN TEKNOLOGI PILIHAN PTT

Penyiapan Lahan
Penyiapan lahan meliputi :
  • Olah Tanah Sempurna (OTS) pada lahan kering. Tanah diolah dengan bajak ditarik traktor atau sapi atau dapat menggunakan cangkul, kemudian digaru dan disisir hingga rata.
  • Tanpa Olah Tanah (TOT) atau olah tanah minimum pada lahan sawah setelah padi.
Pembuatan Saluran Drainase atau Saluran IrigasiPada Lahan Kering
  • Saluran drainase diperlukan untuk pengairan air dari areal pertanaman, terutama pada musim hujan, karena tanaman jagung peka terhadap kelebihan air.
  • Saluran drainase dibuat pada saat penyiangan pertama dengan menggunakan cangkul.
  • Pada lahan kering, saluran drainase berfungsi sebagai permatus air pada saat hujan.
  • Alternatif pemberian air bisa dilakukan melalui sistem kocor bersamaan dengan pemupukan, khususnya untuk tanah-tanah yang berliat.
Pada Lahan Sawah
  • Saluran irigasi diperlukan untuk mempermudah pengaturan pengairan tanaman, dibuat pada saat penyiangan pertama.
  • Saluran irigasi yang dibuat untuk setiap dua baris tanaman lebih efisien dibandingkan dengan setiap baris tanaman.
Pemberian Bahan Organik
a.   Bahan organik berupa sisa tanaman, kotoran hewan, pupuk hijau dan kompos (humus) merupakan unsur utama pupuk organik yang dapat berbentuk padat atau cair.
b.   Manfaat penggunaan pupuk organik :
  • Memperbaiki kondisi fisik, kimia dan biologi tanah.
  • Membantu menyediakan unsur hara (mikro).
  • Membantu mengatasi kekurangan hara P dan K khususnya untuk tanah-tanah volkan.
c.   Penggunaan pupuk organik dianjurkan untuk lahan sawah sebanyak 2 - 3 t/ha dan lahan kering 3 - 5 t/ha.
d.   Pupuk organik sebaiknya diberikan melalui kowakan larikan (alur tanaman) atau bersamaan dengan pengolahan tanah.
Pembumbunan

a.    Pembumbunan bertujuan untuk meberikan lingkungan akar yang lebih baik, agar tanaman tumbuh kokoh dan tidak mudah rebah.
b.    Pembumbunan dilakukan bersamaan dengan penyiangan pertama dan pembuatan saluran, atau setelah pemupukan kedua bersamaan dengan penyiangan kedua secara mekanis.

Pengendalian Gulma secara Manual atau Herbisida
  • Penyiangan pertama pada pertanaman jagung sebaiknya dilakukan pada umur 14 - 20 HST bersamaan dengan pembuatan alur drainase atau pengairan.
  • Penyiangan bisa dilakukan secara manual atau herbisida kontak (bahan aktif paraquat) 1 - 1,5 liter/ha. Untuk menghindarkan tanaman jagung dari herbisida, disarankan nozle sprayer diberi pelindung agar tidak mengenai daun jagung ± 20 cm di atas permukaan tanah.
  • Periode kritis tanaman jagung terhadap gulma adalah pada dua bulan pertama masa pertumbuhan.
Pengendalian OPT Tepat SasaranBerdasarkan pendekatan pengendalian secara terpadu :
a.   Identifikasi jenis dan populasi hama
b.   Penentuan tingkat kerusakan tanaman menurut kerugian ekonomi atau ambang tindakan.
c.   Cara pengendalian :
  • Mengusahakan tanaman selalu sehat
  • Pengendalian secara hayati
  • Penggunaan varietas tahan
  • Secara fisik dan mekanis
  • Penggunaan pestisida kimia
d.  Hama utama : lalat bibit, penggerek batang, penggerek tongkol
e.  Penyakit utama : bulai, bercak daun dan busuk pelepah.

Panen Tepat Waktu
  • Panen dilakukan jika kelobot tongkol telah mengering (berwarna coklat), biji telah mengeras dan terbentuk lapisan hitam minimal 50% pada setiap baris biji.
  • Panen lebih awal kadar air biji tinggi menyebabkan biji keriput, warna kusam dan bobot biji lebih ringan.
  • Jika terlambat panen pada musim hujan menyebab-kan tumbuhnya jamur dan bahkan biji berkecambah.
  • Jagung pipil dijemur hingga kadar air biji mencapai sekitar 15%.

Penulis : Sri Wahyuni & Anthoni

Selengkapnya

TEKNOLOGI PEMBASMI TIKUS SAWAH DENGAN METODE TBS & LTBS

 Trap Barrier System (TBS) dan Linear Trap Barrier System (LTBS) adalah teknologi perangkap tikus dengan menggunakan perangkap bubu dan tanaman pemikat. Teknologi ini terbukti efektif menangkap tikus dalam jumlah banyak dan terus menerus sejak awal tanam hingga panen. TBS dan LTBS sangat efektif diterapkan pada daerah endemik tikus dengan tingkat populasi yang tinggi.


A.    TBS dengan Tanaman Perangkap Ditanam Lebih Awal (TBS Standar)

a.    Tanaman perangkap TBS ditanam 3 minggu lebih awal dibandingkan pertanaman padi disekelilingnya. Hal ini dimaksudkan untuk menarik tikus datang dari lingkungan sekitarnya hingga radius 200 m. Petak tanaman perangkap berukuran kurang lebih 25 x 25 m atau lebih, sehingga berfungsi optimal untuk menarik tikus supaya datang. Pada saat tanaman perangkap ditanam, lahan disekitarnya masih dalam periode olah tanah, sehingga petak TBS akan lebih dahulu memasuki stadia bunting. Perbedaan umur tanaman antara TBS dan sekitarnya tersebut akan membuat tikus tertarik mendatangi petak TBS.

Gambar 1.     Tanaman perangkap yang ditanam lebih awal untuk
                   menarik tikus
b.    Pagar plastik dapat berupa plastik bening (0,8 mm), plastik mulsa, atau plastik terpal (semua warna dapat digunakan) yang dipasang dengan tinggi 60 - 70 cm mengelilingi tanaman perangkap. Pemasangan pagar plastik ditegakkan dengan ajir bambu pada setiap jarak 1m dan ujung bagian bawah terendam air dalam parit.  Lebar parit ± 50 cm dan harus selalu terisi air agar tikus tidak melubangi pagar. Parit tidak boleh ditanami padi dan harus bebas gulma supaya tidak digunakan untuk memanjat tikus melompati pagar plastik.

c.    Bubu perangkap dibuat dari ram kawat kotak berukuran   40 x 20 x 20 cm, dilengkapi dengan corong masuk tikus (depan) dan pintu (belakang) untuk mengeluarkan tikus. Bubu perangkap dipasang pada setiap sisi pagar dengan jarak masing-masing perangkap 20 m, dan corong masuk menghadap keluar.

Gambar 2. Pagar plastik TBS dengan plastik bening (A), dan terpal (B). Bagian bawah pagar plastik selalu terendam air dan perhatikan posisi ajir bambu, Bubu perangkap dan cara pemasangannya (C).

Gambar 4.  Skema pemasangan TBS (tampak samping)

 B.    TBS Persemaian
Persemaian dapat difungsikan sebagai TBS dengan cara pemasangan pagar plastik dan bubu perangkap. Bekas persemaian tersebut selanjutnya ditanami padi varietas umur genjah (contohnya varietas Dodokan) agar memasuki stadia generatif terlebih dahulu. Kombinasi cara tersebut terbukti efektif setara dengan TBS standar.

C.    TBS dengan Tanaman Perangkap Ditanam Lebih Akhir
Komponen TBS ini sama seperti TBS Standar, tetapi tanaman perangkap ditanam 3 minggu lebih lambat dibandingkan pertanaman petani di sekitarnya. Ketika tanaman padi petani sudah dipanen, petak tanaman perangkap TBS akan menjadi “tanaman penarik” tikus dari segala arah. Jika banyak tikus tertangkap diakhir pertanaman, maka pada musim tanam berikutnya populasi awal tikus sawah akan rendah.

Gambar 5. Persemaian dipasang pagar plastik (A), Padi varietas Dodokan (B)

PEMASANGAN TBS
a.    Dibuat parit dengan lebar ± 50 cm. Batas parit adalah pematang ganda dengan lebar masing-masing pematang ± 20 cm.  Jangan ditanami padi di parit tersebut.

Gambar 6.  Pembuatan parit (A), Pemasangan ajir (B)
b.    Pemasangan pagar plastik:
 
Untuk plastik bening:
Ajir bambu dipancangkan setiap jarak 1 m (di parit, menempel pematang dalam), kemudian tali rafia dipasang (menghubungkan antar ajir), selanjutnya plastik dipasang dengan cara dijahit menggunakan lidi pada tali rafia.

Untuk plastik terpal:
Ajir bambu dimasukkan pada setiap tempat jahitan untuk ajir, kemudian terpal dibentangkan kuat-kuat, dan terpal diposisikan menempel pematang dalam.
Gambar 7. Pemasangan ajir (A), Pemasangan plastik (B)

c.    Pemasangan bubu perangkap:
Dipastikan bubu perangkap rapat menempel pagar plastik/terpal supaya tikus tidak dapat menerobos masuk.

d.    Pemasangan jembatan kayu.
Dibuat gundukan tanah atau jembatan bambu/kayu di depan corong bubu agar tikus mudah menemukan pintu masuk.

Gambar 8. Perangkap bubu (A), Pemasangan bubu perangkap (B),
                  Pemasangan jembatan bambu (C), Plastik dilubang tepat
                  pada pintu bubu (D)
2.    LTBS (Linear Trap Barrier System)
LTBS (Linear Trap Barrier System) atau Sistem Bubu Perangkap linier merupakan bentangan pagar plastik/ terpal setinggi 50 - 60 cm, dengan panjang minimal 100 m. Bubu perangkap pada LTBS dipasang setiap jarak 20 m secara berselang-seling, sehingga mampu menangkap tikus dari dua arah (habitat & sawah). LTBS dirancang berdasarkan pola pergerakan tikus sawah, sehingga tidak memerlukan bahan umpan atau tanaman perangkap.
LTBS direkomendasikan untuk dipasang pada perbatasan antara sawah dengan habitat utama tikus atau untuk memotong jalur migrasi tikus sehingga tikus dapat diarahkan masuk ke dalam bubu perangkap.

Gambar 9. Skema pemasangan LTBS (tampak atas)


Gambar 10. Pemasangan LTBS diantara :  sawah - kampung (A),
        sawah - tanggul irigasi (B), sawah - jalan/pematang (C),
dan memotong jalur migrasi tikus (D).
PEMASANGAN LTBS
Plastik pagar LTBS dibentangkan diantara sawah dengan habitat tikus, kemudian ajir bambu ditegakkan, selanjutnya bubu perangkap dipasang pada tempat yang telah disiapkan.

PEMELIHARAAN TBS dan LTBS
TBS / LTBS diperiksa setiap pagi. Hewan bukan sasaran (katak, kadal, ular dll.) yang masuk bubu perangkap dilepaskan. Tikus hasil tangkapan dimatikan dengan cara direndam kedalam air bersama perangkap bubunya selama ± 10 menit.
Pagar plastik diperiksa, apabila berlubang segera diperbaiki/ dilakukan penambalan.
Parit dipastikan selalu terisi air agar ujung bawah pagar plastik senantiasa terendam sehingga tikus tidak bisa mencapai tanaman perangkap.
Gulma dibersihkan di parit TBS karena tikus mampu memanjatnya untuk jalan masuk ke dalam petak tanaman perangkap TBS.



Penulis  :  Arlina & Anthoni
Referensi:
Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian
Balai Besar Penelitian Tanaman Padi
Selengkapnya

Info Aktual

Renstra 2015 – 2019 Balitbangtan Harus Lebih Baik dari Sebelumnya

BOGOR – Kepala Badan Litbang Pertanian (Balitbangtan) Dr. Haryono menyampaikan poin penting terkait Renstra 2015 – 2019. Disampaikan pada Rapat Kerja II Balitbangtan, Kamis (4/12/2013), Renstra harus disiapkan sebaiknya dan harus ada perbaikan dibandingkan sebelumnya. “Seperti apa perbaikannya? Renstra kita harus sungguh memahami kondisi internal Balitbangtan. Juga harus pahami kondisi internal Kemtan, kondisi pertanian secara nasional, dan seterusnya sampai memahami situasi atau lingkungan strategis regional dan internasional,” ujar Kepala Balitbangtan.
Perbedaan yang diinginkan, pertama, Renstra harus benar-benar visioner. “Melihat jauh ke depan dengan daya kemampuan rasional kita. Kira-kira Balitbangtan ke depan seperti apa, dan mampu memposisikan Balitbangtan pada peran sekarang dan akan datang,” ungkap Kepala Balitbangtan. Selanjutnya, tema Raker ke dua ini sungguh direnungkan yakni 'Peran Litbang dalam mewujudkan Pertanian Bioindustri berkelanjutan’. Tema raker yang bermuara ke kualitas Renstra Balitbangtan. “Kita belum banyak berinteraksi dengan agroindustri, juga para pelakunya. Maka dalam proses finalisasi Renstra nanti harus ada iterasi dengan dunia industri pertanian,” tambah Kepala Balitbangtan.
Poin penting tiga terkait Renstra, network Balitbangtan agar diperluas. Baik dalam scientific, matters, innovation yang harus tergambar pada Renstra. Termasuk network dalam promosi. Terkait dengan hal ini, Kepala Balitbangtan juga mengatakan bahwa inovasi agar lebih kuat. Terjemahkan hasil penelitian menjadi program nasional. Berkaitan dengan tingkatkan network, inovasinya perlu melibatkan banyak pihak.
Kepala Balitbangtan juga menekankan agar jangan terkungkung dalam ilmu yang tidak pernah dikaitkan dengan hal lainnya. Pertanian harus dibawa ke ranah yang lebih tinggi, sebagai science yang kompleks yang butuh ilmu pengetahuan yang banyak. “Langkahkan kaki ke luar kandang, baik kandang Balai maupun Kemtan. Lalu, networking harus significantly stated dalam Renstra, baik soal science, innovation, termasuk promosi dan diseminasi dalam konteks diseminasi multi channel,” tegas Kepala Balitbangtan.
Poin berikutnya, agar Renstra dapat dikaitkan dengan Global Agricultural Research Outlook, Regional Agricultural Research Outlook, juga National Agricultural Research Outlook.
Terakhir, dalam lima tahun ke depan Balitbangtan harus mampu ikut serta mendorong terjadinya perkembangan yang signifikan agro industri di Indonesia. (adm/05 Des 2013)    

Sumber : http://www.litbang.deptan.go.id
Selengkapnya

MEMBASMI KUTU TRIPS & APHID PENYEBAB DAUN CABE MELINTING

Rasanya sedih melihat tanaman cabe di polibag dengan daun yang tumbuh tidak normal dan melinting.  Jika kita amati pada bagian bawah daun yang melinting terdapat kutu kecil berwarna hitam (Trips) dan berwarna hijau keputihan (Aphid). Kedua kutu tersebut hidup berkoloni pada daun semakin banyak populasi semakin banyak daun cabe yang dijadikan tempat hidupnya. Kedua kutu tersebut mengambil cairan nutrisi yang ada pada daun dengan cara menghisap dengan mulut yang menyerupai jarum suntik.

Selain mencuri nutrisi pada daun Trips dan Aphid juga merupakan vektor atau penyebar penyakit tanaman cabe, baik penyakit yang disebabkan oleh jamur maupun penyakit bakteri.  Bila serangan hama Trips dan Aphid dengan intensitas tinggi kita kadang kewalahan dalam membasmi kutu tersebut sehingga sering merugikan kegiatan budidaya cabe bahkan dapat berakibat pada kegagalan panen.  Sementara pada saat tanaman telah berbuah akan melakukan tindakan dengan penyemprotan pestisida akan merugikan kesehatan jika terkena buah cabe.  Sementara penggunaan pestisida nabati untuk membasmi hama tidak bisa langsung mematikan hama.

Bagaimana strategi membasmi hama tersebut?
Berdasarkan pengalaman yang telah kami lakukan dalam budidaya cabe agar berhasil serta  mengurangi dampak residu bahan kimia pada produksi cabe yang ktia tanam, yaitu dengan menggunakan kombinasi pestisida kimia, pestisida nabati serta tanaman pengusir kutu Trips dan Aphid.  

Penggunaan pestisida kimia dilakukan pada saat tanaman belum berbuah, kami menggunakan  pestisida D-Molish dan Score.  Pestisida D-Molish digunakan untuk membunuh kutu dan Score untuk mengatasi penyakit tanaman cabe yang ditularkan oleh kedua kutu tersebut. Aplikasi dengan dosis yang tertera pada label produk ditambah cairan perekat.  Cairan perekat banyak dijual di toko sarana pertanian, merek yang kami gunakan adalah "". Penyemprotan hanya dilakukan pada tanaman yang terserang jika intensitas serangan kecil, cara mengatasi kutu dengan memetik daun yang terserang dan membakarnya.
Pestisida kimia D-Molish
Fungisida kimia Score

Perekat pestisida nabati
Cara mengatasi serangan hama kutu Trips dan Aphid setelah tanaman cabe berbuah yaitu dengan menggunakan pestisida nabati yang dicampur dengan bahan perekat, sehingga pestisida nabati lebih lama berada pada tanaman.  Lakukan penyemprotan pestisida nabati secara intensif (maksimal 2 - 3 hari sekali).

Memanfaatkan tanaman bawang daun untuk mengusir kutu Trips dan Aphid yaitu dengan meletakan pada sekitar tanaman cabe, akan mengurangi serangan hama kutu.


Loncang dan tanaman cabe

Penulis : Anthoni MSS
Selengkapnya

BAWANG DAYAK (Eleutherine palmifolia) TANAMAN OBAT MULTIFUNGSI



Bawang Dayak/ bawang Hantu /bawang Sabrang (Eleutherine palmifolia (L.) Merr) tanaman khas Kalimantan Tengah yang dipercaya dan dipergunakan secara turun-temurun oleh masyarakat Dayak sebagai obat berbagai jenis penyakit antara lain : Penyakit kanker payudara, kanker usus, penyakit diabetes, penurun kolesterol, penurun darah tinggi, serta pencegah stroke.
Gambar Umbi bawang dayak
Pada umbi bawang dayak mengandung senyawa fitokimia yakni alkaloid, glikosida, flavonoid, fenolik, steroid dan tannin, kandungan senyawa tersebut yang menjadikan bawang dayak dapat digunakan sebagai obat berbagai penyakit.
Karena memiliki potensi sebagai tanaman obat yang multi fungsi sebagai obat alternatif yang relatif murah, sehingga perlu dibudidayakan dan dikembangkan.  Bawang dayak dapat digunakan sebagai obat dalam bentuk segar, simplisia, dalam bentuk manisan atau dibuat bubuk (powder). 

 Bawang dayak mempunyai banyak jenis dengan bentuk dan jenis yang beragam seperti bawang merah, dan bawang putih bumbu dapur.   Tanaman bawang Dayak memiliki bentuk umbi menyerupai bawang merah bumbu dapur, namun aroma dan rasanya berbeda.   Umbi bawang dayak berwara merah menyala, warna daun hijau berbentuk melebar seperti pita bergaris, dengan Letak daun berpasangan dan memiliki komposisi daun bersirip ganda serta pertulangan daun sejajar dengan tepi daun. Bawang dayak memiliki bunga berwarna putih yang indah dan memikat, sehingga selain digunakan sebagai tanaman obat, tanaman ini juga dapat digunakan sebagai tanaman hias.
Tanaman ini tumbuh dengan memiliki adaptasi yang baik, dapat tumbuh dalam berbagai tipe iklim dan jenis tanah.  Bawang dayak mudah dibudidayakan dan di panen dalam waktu yang singkat, sehingga berpotensi untuk dikembangkan dimana saja dalam skala rumah tangga atau industri.


Tanaman bawang dayak
Sumber Foto : 
http://ininamablognya.blogspot.com/p/back-to-nature.html 
http://omkicau.com/category/pengobatan-herbal/

Beberapa cara pengolahan bawang dayak antara lain : 
a)     Simplisia 
  • Bawang dayak dicuci dengan air bersih, kemudian potong dan singkirkan akar dan daunnya untuk diambil bagian umbinya, setelah itu umbi diiris menggunakan pisau dengan ketebalan 1 – 2 mm.
  • Irisan dikeringkan dengan cara dijemur matahari selama 24 jam atau menggunakan oven pada suhu 50°C selama 8 jam, sehingga kadar air berkisar 12 % kemudian dinginkan dan kemas dengan plastik dan tutup rapat.
b)    Bubuk/Tepung (powder) Bawang Dayak
  • Proses pembuatan tepung seperti pada pembuatan simplisia namun setelah irisan bawang kering, haluskan dengan blender, kemudian diayak dan masukan dalam kemasan yang tertutup rapat.
c)     Bawang Dayak Instan
  • Bawang dayak dicuci menggunakan air bersih, ambil bagian umbinya kemudian diiris tipis, ditambah air 1 : 2 bagian  (1 kg bawang dayak per 2 liter air), haluskan dengan menggunakan blender. 
  • Setelah halus saring menggunakan kain atau kasa/screen.
  • Tambahkan gula 1: 1 (1kg bawang dayak, ditambah 1 kg gula pasir), 
  • Kemudian dimasak dengan cara diaduk terus sampai membentuk kristal (butir-butir halus), 
  • Dinginkan, jika ukuran butiran masih besar, haluskan dengan blender 
  • Agar ukuran seragam tepung diayak kemudian dikemas
d)    Manisan Bawang Dayak
  • Bawang dayak dicuci dengan air bersih, buang akar dan batangnya kemudian umbi diiris dengan ketebalan 1 – 2 mm, kemudian dikukus selama 5 menit, 
  • Setelah irisan bawang dayak yang dikukus matang, masukkan dalam larutan gula (gula + air perbandingan 1 : 1), masak sambil diaduk-aduk hingga kering atau ditandai gula telah mengkristal. 

Cara konsumsi bawang dayak untuk pengobatan dengan dosis 1 butir bawang segar 3x sehari (pagi, siang, sore)
 
Semoga bermanfaat



Penulis : Anthoni
Sumber : Ronny Yuniar Galingging, BPTP Kalimantan Tengah
Selengkapnya

PERSYARATAN KUALITAS AIR SUSU

Biasanya susu harus mempunyai kualitas bakteri yang baik. Pertumbuhan bakteri yang cepat pada susu segar menyebabkan bau yang tidak enak. Susu dapat terkontaminasi dari dalam maupun dari luar ambing. Kontaminasi dari dalam ambing berasal dari penyakit (TBC, brucellosis, mastitis), sedangkan kontaminasi dari luar berasal dari puting, udara, peminum susu, lalat dan alat pemerahan susu. Hal yang penting lainnya adalah susu harus bebas dari residu antibiotik, pestisida, dan serta susu yang berasal dari sapi yang mendapatkan perlakuan obat-obatan tidak boleh digunakan. Yang harus dijaga adalah bahwa susu tidak terkontaminasi oleh residu pembersih (detergen). Nyatanya bahwa bahan seperti sulphonamides, nitrofurans dan quaternary ammonium dapat menghambat fermentasi walaupun dalam konsentrasi yang rendah. Susunan dan kekentalan merupakan hal yang penting diperhatikan bahwa susu tidak dipalsukan.




Berdasarkan jumlah bakteri yang terdapat dalam susu, kualitas susu di negara-negara barat dan maju lainnya digolongkan menjadi tiga macam, yaitu :
a. Susu dengan kualitas baik atau kualitas A (No. 1.) jika jumlah bakteri yang terdapat dalam susu segar tidak lebih dari 100.000 setiap milliliter. Bakteri-bakteri koli tidak lebih dari 10 /ml.
b. Susu kualitas B (No. 2, sedang) jika jumlah bakteri nya antara 100.000 –1.000.000/ml, dan jumlah bakteri koli tidak lebih dari 10/ml.
c. Susu dengan kualitas C (No. 3, jelek) jika jumlah bakterinya lebih daripada 1.000.000/ml.

"Jika Produk Susu Anda merupakan Produk Berkualitas Terbaik, maka itu berarti Anda akan mencetak Generasi-Generasi Unggulan dengan Kualitas Terbaik Pula"...It's true ! (Angie Davina)

Bila kita akan mengolah susu segar menjadi sesuatu produk olahan merupakan hal yang penting untuk menggunakan susu yang berkualitas baik.

Persyaratan kualitas susu untuk pengolahan ini mencakup persyaratan :
1. Fisikakimia (chemico-physical-requirement).
2. Bakteri (bacteriological requirement).
Selengkapnya

Anthoni MSS (Admin I)


Admin saungtani.com pada bidang Teknik & Design Web, editor gambar, editor artikel dan kontributor artikel

Rudy Harwonno (Admin II)


Admin saungtani.com pada bidang editor video visitor, editor artikel dan kontributor artikel.

Sarjono (Admin III)


Admin saungtani.com pada bidang penyedia materi visitorplot, editor artikel dan kontributor artikel.
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. SAUNG TANI - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Inspired by Sportapolis Shape5.com
Proudly powered by Blogger